Cerita Horor “Teka-Teki” Part I

Halo sobat misteriluhur, kali ini Ka J akan membagikan Cerita Horor.

 

Langsung saja ke ceritanya

Teka-Teki

 

Hari ini dengan suasa hati kurang bersahabat aku pergi ke rumah orang tua Bapak.
Di sana ada acara pengajian 100 hari meninggalnya Kakek, sebenarnya aku tak akan pergi karena suatu alasan namun karena suruhan Mama mau tak mau harus ikut.
Sekarang menunjukkan pukul 17.58, aku masih diam di teras sambil memperhatikan Abang menghidup motor.
“Bang tidak usah pergi yuk,” ajakku.
Abang tampak menghela napas. Hati kami terlalu beku untuk saat ini, menginggat kejadian itu, ah sudahlah.
“Terakhir kali,” ujarnya menoleh ke arahku. Aku menghela napas, mengangguk mengiyakannya.
Waktu Magrib tiba kami baru tiba di kediaman tersebut, orang sudah ramai datang karena mengingat siap shalat Magrib akan ada pengajian.
“mengapa telat?” tanya mamaku menanti di luar. Aku hanya menyetir kuda dan langsung masuk ke dalam rumah.
Tus!
Dam!
Seketika lampu mati membuatku menghidupkan flash handphone. Semua orang tampak kelimpungan mencari benda untuk menerangi. Aku memilih berdiri dan membantu menerangi dengan sedikit pencahayaan.
“Kak, ke rumah sebelah aja. Ajak Adek,” kata Mama mengahampiriku. Aku mengangguk dan mengendeng adikku untuk pindah ke rumah sebelah.
Namun, saat melewati kamar yang biasa di tempati almarhum Kakek. Aku sayup-sayup mendengar suara rintihan.
Aku hanya sekadar melewati tanpa minat untuk mengetahui dari mana asal suara tersebut. Namun ….
“Eh, dari mana kamu?” tanya seorang Kakek kepadaku.
“Dari ambil ijazah, Kek,” ujarku memperlihatkan map biru yang berisi ijazah SMA.
“Kakek mau ke mana?” tanyaku karena kelihatan rapi dan beliau mengendeng cucu, Rizki.
“Mau ajak main dia,” ujarnya sambil tersenyum tipis. Aku hanya mengangguk, setelah itu pamit karena masih ada sesuatu yang diurus.
Beliau berpapasan di jalan denganku.
Lamunanku buyar, waktu seakan berhenti mengingat waktu itu. “Kakak mengapa?” tanya adikku. Aku hanya menggeleng dan langsung mengajaknya di ke rumah sebelah.
Saat berada di depan, aku merasa ada yang memperhatikan dari celah gorden kamar yang kulewati tadi.

Aku menatap cukup lama, perlahan kain tersebut ditarik.
“Astaghfirullah,” gumamku melihat seharusnya tidak kulihat.
Dengan bergegas aku menarik tangan adikku untuk masuk ke dalam rumah sebelah yang kebetulan bersebelahan.
“Tadi ada Kakek,” ujar adikku membuatku terbelalak kaget.
Aku cuman diam. Berarti dia juga melihatnya barusan. mengapa, beliau hadir kembali di tengah-tengah kami?
Astaghfirullah

Bersambung.

Next Chapter

 

 

Bagaimana kawan misteri luhur, suka dengan cerita horor ini ? jangan lupa share agar kita bisa terus update cerita-cerita horor untuk menemani malammu.

You may also like...

3 Responses

  1. September 22, 2021

    […] Prev Chapter                                                                                                                          Next Chapter […]

  2. September 22, 2021

    […] Halo sobat misteriluhur, kali ini Ka J akan melanjutkan Cerita Horor Teka-Teki. […]

  3. September 22, 2021

    […] Halo sobat misteriluhur, kali ini Ka J akan melanjutkan Cerita Horor Teka-Teki. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *