Cerita Horor “Teka-Teki” Part II

Halo sobat misteriluhur, kali ini Ka J akan melanjutkan Cerita Horor Teka-Teki.

 

Langsung saja ke ceritanya

Teka-Teki

 

“Tadi ada Kakek,” ujar adikku membuatku terbelalak kaget.

Aku langsung membawa adikku masuk ke rumah sebelah. Saat membuka ganggang pintu, ternyata pintu sudah terbuka dengan sendirinya tanpa bantuan siapa-siapa. Aku menatap heran dan segara masuk lalu kembali menutupnya.

Di rumah tersebut tidak ada selain kami berdua. Sebab semua pada berkumpul di rumah sebelah. “Kak, pinjam handphone Mama,” ujar adikku. Aku berikan handphone membiarkan dia main game dari pada suntuk.

Tak lama lampu kembali menyala membuatku menghela napas lega. “Ke sebelah lagi yuk,” ajakku. Adikku menggeleng, “Sini aja Kak, nanti aja,” ujarnya. Aku menghela napas sama gadis kecil tersebut, kalau udah ada handphone di tangan pasti tidak mau ke mana-mana dia.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketokan pintu terdengar dari kamar paling ujung. Aku saling pandang dengan adikku. “Itu siapa?” tanyanya menatapku dengan bola mata bulat sempurna.

Aku menggeleng. Sayup-sayup terdengar bunyi bisikan membuat bulu kudu berdiri.

“Maaf,” lirihnya.

“Maaf.”

Lirihnya berulang kali, aku mengenal sekali suara itu suara siapa. “Jangan ganggu kami, ku mohon,” gumamku menatap ke seluruh sudut ruangan.

“Maaf.” Suara tersebut seperti menggema. Aku melirik adikku dan memberi isyarat.

“Dek, dek.”

“Kabur!” teriaknya dengan gerakan kilat kami langsung meninggalkan rumah tersebut dengan pintu terbuka.

Kami berhenti di samping rumah, ku tengok ke belakang pintu masih terbuka lebar. Namun, tak ada angin tiba-tiba pintu tersebut seperti dibanting kuat hingga tertutup.

Terdengar suara rintihan dan tangisan kecil membuat kami langsung koncar kancir masuk ke dalam rumah sebelah.

“Alhamdulillah,” gumamku menghela napas lega duduk di  sebelah Mama.

“Kenapa?” tanya beliau kepada kami sebab melihat rona wajah kami yang tidak karuan.

“Gak ada apa-apa,” sahut adikku cepat masih dengan wajah merah padam.

 

Beliau menggeleng lalu menyuruh kami segera makan sebab sebentar lagi mau pulang.

“Kak lihat di sudut sana deh,” bisik adikku melirik ke pojok ruangan.

Di sana pencahayaan lumayan minim  terlihat sosok pria berdiri di sana sambil menatap kami.

“Jangan dilihatin, lanjut makan,” ujarku walau merasa risih diperhatiin  seperti itu apa lagi diperhatiin langsung sama mereka.

 

Bersambung.

 

Prev Chapter                                                                                                                             Next Chapter

 

Bagaimana kawan misteri luhur, suka dengan cerita horor ini ? jangan lupa share agar kita bisa terus update cerita-cerita horor untuk menemani malammu.

You may also like...

2 Responses

  1. September 22, 2021

    […] Next story Cerita Horor “Teka-Teki” Part II […]

  2. September 22, 2021

    […] Prev Chapter […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *