Cerita Horor “Teka-Teki” END

Halo sobat misteriluhur, kali ini Ka J akan melanjutkan Cerita Horor Teka-Teki.

 

Langsung saja ke ceritanya

Teka-Teki 

 

 

Penasaranku belum berakhir. Besoknya aku memilih berziarah ke makam Kakek.

Komplek makam yang sepi membuatku agak sedikit merinding apa lagi mengingat kejadian yang sudah-sudah.

“Assalamualaikum,” ujarku tiba di depan makam Kakek. Aku duduk di samping makam tersebut sambil membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh.

Ingatan ku kembali beberapa bulan yang lalu. Mungkin pertama kali aku berziarah ke makam Kakek, saat proses mengkebumikan beliau aku tidak ikut karena sakit.

Aku terdiam cukup lama sambil menatap batu nisan. “Apa yang mau Kakek sampaikan sebenarnya?” gumamku mengusap batu nisan tersebut.

“Tenanglah di sana, kami selalu mengirimkan doa kepadamu.”

Aku melirik jam tangan sekarabg sudah menunjukan pukul 4 sore. Ku putuskan untuk segara pulang.

Aku sekarang duduk di halte bis sambil menunggu angkutan umum yang lewat. Kebetulan jalan cukup pada sore ini.

Dari kejahuan terlihat seseorang tengah menatapku. Ia menunduk, risih memang kalau diperhatikan.

“Mau kemana Nak?” tanya seseorang tiba-tiba duduk di sampingku.

“Eh!”

Aku melirik sekitar hanya ada kami berdua. “Ke perumahan Melati, Pak,” ujarku.

Bapak tersebut nampak mengangguk. Karena dia menunduduk aku tidak bisa mengenali wajahnya.

“Bapak mau kemana?” tanyaku dari pada kecanggungan yang menguasai atmosfer di sana.

“Sama,” ujar si Bapak. Aku hanya mengangguk. Tak lama, datang angkutan umum, aku langsung naik begitu juga si Bapak.

Tidak banyak percapakan antara kami, setibanya di jalan komplek perumahan Melati aku segera turun namun saat ku menoleh ke belakang si Bapaknya sudah tidak ada lagi.

Aku terbelalak kaget, “Sebenarnya siapa dia?” gumamku melanjutkan perjalanan.

Setiba di depan rumah aku menatap kertas terlipat di depan pintu. “Apa nggak ada orang di rumah?”

Segera ku putar geanggang pintu. Nihil, sepi selaki. Aku duduk di sofa sambil menjulurkan kaki. Ku buka kertas sepertinya surat.

“Terima kasih, telah menjengukku ke rumahku.” Tulisan tersebut membuat aku terdiam cukup lama.

Jadi selama ini ….

Aku mengacak rambutku frustasi. “Ya Tuhan,” lirihku.

Pesan yang mau disampaikan Kakek ialah berziarah ke rumah atau makamnya. Aku menghela napas legas setidaknya ia tidak akan diteror lagi dengan teka-teki seperti itu.

Ku tatap kursi goyang di sudut ruangan, seperti ada yang menggoyanginya. Tak lama vas yang berada di atas meja jatuh.

 

Selesai.

 

Prev Chapter

 

Bagaimana kawan misteri luhur, suka dengan cerita horor ini ? jangan lupa share agar kita bisa terus update cerita-cerita horor untuk menemani malammu.

 

 

You may also like...

1 Response

  1. September 22, 2021

    […] Next story Cerita Horor “Teka-Teki” END […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *