Cerita Horor “Lily”

Halo sobat misteriluhur, kali ini Ka J akan membagikan Cerita Horor .

 

Langsung saja ke ceritanya

Lily

 

Lily

Jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam, aku masih betah dengan earphone yang menyumbat di telinga.
Mendengarkan musik sambil mengerjakan tugas yang sedikit lagi selesai.
Tok! Tok! Tok!
“Rahmi!” Mama memanggilku membuatku menoleh. Untung volume yang dihidupkan tidak terlalu kecang, membuat Rahmi menghela napas lega.
“Iya, Ma.” Liriknya.
“Sekarang udah jam berapa?” Sontak aku menoleh ke jam yang ada di dinding. “Baru setengah sebelas,” jawabku menatap bingung.
“Baru?” Aku mengangguk. “Tidur besok sekolah,” ujar Mama membuatku menghela napas.
“Oke, Mam,” jawabku meletakan pena di tempatnya.
Mama menutup kembali pintu membuatku tersenyum. Kegiatan belajar aku sudahi, dengan sekali lompatan aku mendarat sempurna di atas ranjang begitu empuk.
“Eum, sepertinya ini enak didengar,” ujarku mengklik layar handphone. Aku bersenandung kecil sambil menikmati lagu Lily-Alan Weker.
Jam terus berputar namun mata ini tak kunjung terlalap. Karena sudah bosan aku mematikannya dan meletakan handphone di atas nakas.
Aku menatap jendela cukup lama, karena merasa jengah kembali mencoba memejamkan mata. Nihil, tetap saja mata ini tidak bisa terpejam.
Aku menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh. Namun, ….
Sayup-sayup terdengar seperti orang bernyanyi di luar sana.
Aku menyibak selimut, namun suara senyap di malam hari yang membuatku merinding. Selimut kembali ku tarik.
“Siapa yang nyanyi malam-malam sih,” gumamku duduk, saat seluruh selimut menutupi badan suara tersebut jelas terdengar membuatku tambah tidak bisa tidur.
Aku bangkit dan melangkah kejendela. Aku buka gorden di luar sana sudah gelap sekali dan hanya diterangi oleh cahaya lampu rumah tetangga.
“tidak mungkin kan ada yang nyanyi atau sekadar dengarin musik keras-keras malam ini,” gumamku kembali menutup gorder.
Aku beranjak naik ke kasur kembali, setelah itu tak lupa melihat handphone. Semua aman.
Saat mataku mulai terpejam, tiba-tiba handphone yang ada di atas nakas menyala dengan sendirinya. Memutar kembali lagu Lily-Alan Weker.
Karena mata yang sudah berat dan minta diajak tidur ku biarkan saja. Namun, selimut yang menutupi tubuh perlahan seperti ada yang menariknya ke bawah.
Suara anak kecil menggema di sudut ruangan menambah atmosfer di sana tambah mencengkam.

Selesai.

 

 

Bagaimana kawan misteri luhur, suka dengan cerita horor  ini ? jangan lupa share agar kita bisa terus update cerita-cerita horor untuk menemani malammu.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *