Cerita Horor – Ketika Mata Batinku Terbuka

Halo sobat misteriluhur, kali ini Ka J akan membagikan Cerita Horor.

 

 

 

Ketika Mata Batinku Terbuka

Cahaya terang menerubuk ke indra penglihatan. Bayangan hitam berlalu lalang di depan mata. Keringat bercucuran dan detak jatung bagaikan berlari puluhan meter.

Takut, apa yang akan ku perbuat? Kenapa mereka bisa kulihat. Di depanku ada sosok menyeramkan yang tengah berdiri sambil menyeringai dan menatapku tajam.

Detak jantungku semakin terpacu berkeringat dingim dan hanya bisa diam membeku.

“Tolong pergilah aku tak menganggumu.” Aku memberanikannya untuk menatapnya nyalang.

Makhluk di depanku hanya diam menatapku dengan mata yang melotot.

Helaan napas berulang kali keluar dari mulutku. Hingga pada akhirnya aku mengucapkan ayat-ayat suci Al-Quran dalam diam.

Mata yang sebelumnya terpejam kembali terbuka, helaan napas lega terasa karena menyadari tidak ada lagi sosok tersebut.

Aku menangis dalam diam. Apa yang telah terjadi, kenapa, kenapa itu semua bisa terjadi.

Hingga …

“Hihihi, kamu jangan takut.” Suara cekikan itu mengagetkan ku.

Aku menoleh ke atas.

Deg!

eye-tothe-eye

Sosok wanita dengan daster putih, tebak saja dia. Kuntilanak!

Dia melayang-layang di atasku. Sambil mengeluarkan suara khas bangsa Kunti.

“Namaku Ningsih,” ujarnya menatapku. Aku bergigik ngeri melihat senyumnya yang menyeramkan.

“Ningsih.”

“Ningsih.”

Ulangnya sambil tertawa. Aku meringkuk ke atas ranjang, sambil meliriknya. Tiba-tiba dia ikut duduk di sebelahku.

“Apa kau mau menjadi temanku?” tanyanya sambil cekikan.

Aku hanya diam menatap kosong ke depan. Air mata merebes membanjiri pipi.

“Sudah takdirmu bisa melihat kami, hihihi. Jangan menolak,” ujar Ninsih memain-mainkan rambutnya.

Aku menoleh dengan mata memerah. “Kamu tidak penakut, jadi biasa sajalah menatap aku, hihihi,” ujarnya.

“Ningsih, aku Ningsih.”

Aku sontak mengangguk. Memejamkan mata sejanak sambil menetralkan detak jantung.

“Bismillah,” gumamku.

“Kenapa kamu ada di sini?” tanyaku kepada Ningsih.

“Aku sudah lama di sini, aku penjagamu,” ujarnya terbang mengitariku.

Aku hanya diam. “Tidurlah aku akan menjagamu dari mereka.”

“Kamu begitu menyeramkan,” ujarku menatap Ningsih.

Ningsih melototkan matanya kepadaku hingga membuatku semakin takut. “Kau begitu menyebalkan,” gerutu Ningsih dengan wajah merajut duduk di atas lemari.

“Lihatlah dia memerhatikanmu dengan wajah genit,” ujur Ningsih menunjuk ke sudut kamar.

Aku mengikuti arah tunjuk Ningsih. Mataku melotot kaget, apaan itu tubuh gempal dengan bulu ditubuhnya.

“Hihihi, lebih menyeramkan mana aku dari pada dia.” Tawa Ningsih menggema membuat bulu kudukku berdiri.

 

Aku langsung mengambil selimut dan menenggelamkan tubuhku di dalamnya. Membiarkan Ningsih mengoceh sendirian. Berharap semua ini hanya mimpi dan ketika ku terjaga semua kembali normal.

 

Bagaimana kawan misteri luhur, suka dengan cerita mitos nusantara ini ? jangan lupa share agar kita bisa terus update cerita-cerita horor untuk menemani malammu.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.