Cerita Horor “Dia di balik gedung kosong!”

Halo sobat misteriluhur, kali ini J Ka akan membagikan Cerita Horor.

Langsung saja ke ceritanya

Dia di Balik Gedung Kosong

Malam ini Aca berencana mengajak kedua adiknya untuk pergi ke pasar malam.

“Serly, Della. Kita ke pasar malam yuk,” ajakku kepada adikku.

Sekarang menunjukan pukul 7 malam. Di dekat rumah kebetulan ada pasar malam untuk beberapa hari ke depan.

“Benaran Kak?” tanyanya Della dengan antusias. “Iya, siap-siap ya,” ujarku. Mereka mengangguk dan langsung berlari ke kamar untuk bersiap-siap.

Aku juga bersiap-siap untuk mengambil jaket kerena udara malam pasti akan menusuk kulit. “Yuk, Kak.” Serly sudah siap begitu juga dengan Della. Kami tak menggunakan kendaraan ke sana karena lokasinya dekat namun harus melewati gedung kosong.

“Kita jalan kaki?” tanya Della menatapku. Aku mengangguk, “Kenapa?” tanyaku penasaran.

“Nggak ada,” jawab Dell cuek. Serly nampak diam dan berjalan merapatkan dirinya ke aku. “Serly kenapa?” tanyaku.

“Nggak ada kak,” jawabnya menggelengkan kepala. Aku tersenyum kecil menepak isi kepal Serly dia pernah bercerita pernah bertemu mereka di samping gedung kosong di dekat pasar malam.

“Serly nanti kita beli kembang gula ya,” ujar Della. Sarly mengangguk singkat, “Boleh,” jawabnya singkat.

Aku hanya diam berjalan di belakang mereka. Gerak gerik Serly membuat diriku fokus kepada dirinya, sepertinya dirinya sedang gelisah.

Setiba di pasar malam kami menikmati berbagai makanan. Dari makanan ringan sampai berat kami coba saat ini kami menimmti jagung bakar. “Kak, Serly mau ke wc dulu,” ujarnya.

“Mau Kakak temanin?” tanyaku. Serly menggeleng kecil. “Serly nggak takut kok, Kak,” ujarnya.

Aku mengangguk dan kembali menikmati jagung bakar. “Della mau apa lagi?” tanyaku kepada gadis delapan tahun tersebut.

“Udah kenyang, Kak,” ujarnya menggeleng. 15 menit Serly juga belum balik membuatnya  khawatir terjadi apa-apa dengan gadis kecil tersebut.

“Tunggu Kakak, atau ikut?” tanyaku. Della menggeleng, “Della nunggu di sini aja,” ujarnya. Aku mengangguk dan langsung menyusul Serly ke wc. Aku tidak takut meninggalkan Della atau menyuruh Serly untuk pergi atau menunggu sendirian, sebab kawasan tempat tinggalku yang aman dan aku tau mereka bisa menjaga diri mereka masing-masing.

Setibanya di wc aku cek semua bilik kamar mandi kosong. Tidak ada satu orangpun di dalam sana tidak mungkinkan Serly buang air di wc laki-laki. Ku lirik sekitar wc dan pandanganku tertuju pada gedung tua yang tak jauh dari wc.

Terlihat bayangan anak kecil dari sudut gedung tersebut karena sorot lampu dari pasar malam. “Mungkin Serly,” gumamku. Aku langsung menyusul ke sana, namun saat sampai betapa terkejutnya mataku memandang. Memang benar ada anak kecil seumuran Serly namun bukan manusia tapi mereka.

Wajah bengkak dan kakinya seperti patah menatapku dalam diam. Aku berlahan mundur, apa dia yang selalu di ceritakan serly.

“Kakak ngapain ke sini?” tanya Serly mengagetkan ku. Aku langsung menoleh ke sambing mendapati Serly menatapku bingung.

“Dia?”

“Dia temamku di balik gedung dua ini,” ujarnya.

Selesai.

Bagaimana kawan misteri luhur, suka dengan cerita horor? jangan lupa share agar kita bisa terus update cerita-cerita horor untuk menemani malammu.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *